Konsolidasi Rakyat 26Tahun Reformasi Momentum Bangkit Bersatu

Jakarta, Swaragemati.com – Berlokasi di jln Mampang Raya Jakarta-Selatan tanggal 18Mei 2024 Momentum 26 tahun Reformasi Indonesia tahun. Rakyat Bangkit dan Bersatu Wujudkan Kedaulatan Nasional.
Dalam acara ini didiri para tokoh
– Para Pimpinan Ormas
– Para Ppimam OKP
– Para Pimpinan BEM) Organisasi Intra        Kampus
– Para Pimpinan Soul Gerakan
– Para Pimpinan Kelpok Komunitas

Pada kesempatan ini yang diiringi oleh cuaca yang begitu cerah kita akan mengadakan atau membuka dalam konteks Konsolidasi Rakyat bersatu tapi mohon izin jangan kita menjadi pesimis karena lihat banyak kursi yang kosong karena kalau berharap bahwasanya tema konsolidasi bersama rakyat indonesia dalam momentum 26 tahun Reformasi Indonesia Rakyat Bangkit dan Bersatu mewujudkan Kedaulatan Nasional.

Secara pribadi sangat berharap kepada Bapak-bapak Ibu-ibu sekalian bahwasanya segala sesuatu kekuatan dan persatuan itu berasal dan bersumber dari diri kita masing-masing yang pada akhirnya kita membentuk sebuah kelompok atau kekuatan dengan kata lain berasal dari segala macam bentuk perbedaan jadi saya sangat berharap di acara kita pada hari ini Konsolidasi Rakyat Indonesia marilah kita kesampingkan egoisme individu kita dan sekarang kita mengedepankan kebersamaan karena apalah arti kita datang dan berkumpul kalau semata-mata untuk hadir hanya untuk eksis.
Itu yang sangat saya tekankan di acara ini pula saya berharap mudah-mudahan.
Ada poin-point kita kedepannya terutama dalam menyambut hari kebangkitan nasional kita sebagai warga negara mau seperti apa dalam rangka merayakan Kebangkitan Nasional itu sendiri apakah kita hanya sebatas untuk standing up ber argumentasi belakang atau kita punya tujuan dan punya niat membuktikan kepada hal-hal yang umum bahwa rakyat indonesia masih punya semangat untuk menjaga kedaulatan negeri yang tercinta ini?

Betul tidak Bapak-bapak Ibu-ibu sekali lagi saya ingin menekankan bahwasanya mari kita bangun semangat dan jiwa kebersamaan dari berbagai perbedaan tanpa harus mengedepankan individualisme kepentingan di sini kita bentuk perbedaan untuk menjadi satu sehingga persatuan dan kesatuan itu bisa kita buktikan ke hal yang umum.
K) oordinator tidak akan panjang lebar tentang apa itu Konsolidasi Rakyat Indonesia.

Saya secara pribadi mewakili Tim tidak lupa juga saya sampaikan atau segala kekurangan di acara ini jangan pernah menjadikan semangat kita sebagai semangat yang pesimis karena minus itu adalah sebuah poin untuk kita korektif hingga kedepannya kita lebih baik dan lebih solid

Kita silaturahmi sekaligus kita silaturahim kemudian Bapak Ibu dan kawan-kawan semuanya sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu’Alaihi Wasallam beserta para Sahabatnya dan Insya-Allah kepada kita semuanya.

Yang pertama tentunya kami mengucapkan selamat siang menjelang sore sekali lagi salam perjuangan salam kedaulatan rakyat salam demokrasi dan salam kemenangan untuk kita semuanya tentunya baik bapak ibu dan kawan-kawan semuanya semuanya yang saya hormati dan saya banggakan. Sore hari ini memang kami mengundang secara terbatas yang tentu diharapkan hadir adalah unsur pimpinan atau paling tidak adalah orang-orang yang kemudian mendapatkan mandat atau delegasi dari setiap organisasi yang ada tentu kalau berbicara organisasi ada Ormas, OKAP, Organisasi Intra Kampus,simpul-simpul pergerakan kemudian ada kelompok-kelompok komunitas dan tentu representasi secara institusional dari civil. Inilah yang kemudian kita harapkan hadir

Sekali lagi memang sengaja kita membuatnya secara terbatas dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20Mei tinggal dua hari.

Hari Selasanya 26 tahun Reformasi Indonesia yang jatuh pada 21Mei 2024 26tahun Reformasi Indonesia Ini adalah momentum yang sangat penting bagi kita semuanya karena dua momentum besar dengan tidak mendelegitimasi moment untuk momentum yang telah lalu atau yang telah datang sebelumnya
dan akan datang setelahnya.

21 Mei yaitu reformasi Indonesia yang telah terjadi 26 tahun yang lalu pada 21 Mei tahun 1998 dimana kita tahu bersama pemerintahan Orde baru yang kurang lebih 32 tahun berkuasa yang dipimpin oleh Soeharto dengan gaya kepemimpinan yang Otoriter dengan gaya kepemimpinan yang tidak demokratis berhasil ditumbangkan, berhasil dilengserkan oleh gerakan mahasiswa bersama-sama dengan gerakan masyarakat sipil lainnya pada waktu itu. Ini penting untuk kita peringati sebagai penyemangat untuk kita semuanya

Pada momentum silaturahmi dan Konsolidasi Rakyat Indonesia ini, kita mencoba untuk mengambil tema sederhana yakni momentum 26 tahun Reformasi Indonesia Rakyat Bangkit dan Bersatu wujudkan Kedaulatan Nasional.

Bapak ibu dan kawan-kawan sekalian jadi saya pikir bahwa sore hari ini sengaja kita tidak melakukan kegiatan diskusi seperti yang mungkin telah kita ikuti bersama-sama beberapa waktu sebelumnya kita lebih memfokuskan pada bagaimana kita bisa bersilaturahim bagaimana kita bisa bersilaturahmi saling mengenal satu dengan yang lain kalau yang sudah kenal lebih kenal lagi kalau yang sudah dekat lebih dekat lagi sehingga benar-benar kita bisa bersatu padu bangkit untuk segera merebut Kedaulatan Nasional atau Kedaulatan Rakyat. Kita hanya Fokus pada Konsolidasi Silaturahmi.

Silaturahmi untuk Silaturahim penting harus terus dijaga Silaturahim harus terus dieratkan dikuatkan karena perjuangan kita ini butuh persatuan perjuangan kita ini kalau mau bangkit dan menang Insyaa Allah syarat yang paling utama adalah bisa bersatu memper erat tali silaturahmi.

Kita tau bersama bahwa pasca pengumuman di mahkamah konstitusi tanggal 24April bulan lalu kita melihat belum ada pergerakan besar lagi yang hadir sebagai entitas oposisi atau sebagai entitas kritis terhadap realitas kebangsaan kita hari ini. Atas dasar itulah kemudian saya kira kita berkumpul kembali pada sore hari ini agar agar kontinuitas gerakan ini tetap terjaga kenapa, karena agar kita tetap harus bergerak tentu dengan berbagai macam variannya yang namanya gerakan itu tidak saja dinilai atau dilihat ketika turun demonstrasi. Misalnya yang namanya gerakan itu bisa dalam bentuk diskusi progresif,bentuk diskusi kritis gelaran seni budaya, kritis dalam bentuk gelaran musikalisasi,puisi yang kritis,

Event-event lain yang bisa kita lakukan yang itu semuanya bisa kita sebut sebagai bentuk gerakan yang penting.

Rakyat ini tidak diam yang penting rakyat ini tidak apatis apalagi Naudzubillah. Kemudian menjadi opportunis dan pragmatis ini yang tentu kita tidak harapkan.

Karena saya kira kejatuhan Soeharto naik turunnya semangat itu juga terjadi di kalangan mahasiswa. Turunnya Soeharto juga bukan hanya karena puncaknya pada gerakan 98 tapi ada banyak gerakan-gerakan sebelumnya dengan berbagai macam bentuknya dengan berbagai macam variannya yang selalu penuh dengan kesabaran dilakukan dan inisiasi oleh kelompok-kelompok aktivis pada waktu itu.

Di sini juga ada beberapa aktivitas 98 hadir yang terus dilakukan supaya rakyat ini supaya masyarakat ini difilsuf.
Ini terus tertatih semangatnya apalagi dalam situasi hari ini saya kira kita juga tidak tidak perlu terlalu berharap dengan eksistensi partai politik.
Syukur Alhamdulillah kalau nantinya ada yang menjadi oposisi.

Tapi kita juga tidak perlu berkecil hati kalau ternyata yang berjuang bersama kita kemarin yang kemudian masuk di dalam pemerintahan maka kita harus menegaskan bahwa rakyat adalah komposisi yang sesungguhnya masyarakat adalah oposisi yang sesungguhnya dan yang perlu kita bangun bersama bapak ibu dan kawan-kawan sekalian. Mudah-mudahan di momentum hari ini sore hari ini gerakan yang sudah kita inisiasi baik iyang sebelumnya adalah politisi nasional penyelamat demokrasi kemudian yang diinisiasi oleh bapak ibu sekalian ini kita bisa bergabung menjadi satu kekuatan yang luar biasa.

Tidak penting apa namanya tapi yang paling penting adalah semangat bersatunya visi misi gerakannya dan implementasi gerakan nyatanya di lapangan itu yang paling penting.
Demikian ujar Afandi Isma’il
Ketua Peresidium

Kebangkitan Nasional kita harus pahami sebagai sebuah Transformasi Sejarah artinya kejadian masa lalu mungkin tidak sama dengan kejadian kita hari ini tetapi ada semangat kebangkitan itu yang kita harus bawa dan tidak pernah berhenti kalau dahulu Kebangkitan Masional kita melawan penjajah,itu dinjaman orang-orang tua kita.
Kalau hari ini Kebangkitan Nasional yang kita mau lakukan adalah Mentransformasi semangat Perlawanannya. Saat ini siapa yang kita lawa? Hari ini tidak ada penjajah yang menjajah tapi kita lawan adalah penguasa bangsa sendiri. Seperti yang disampaikan oleh Soekarno bahwa ke depan bangsa Indonesia kesulitannya karena yang menjajah bangsa Indonesia sendiri adalah bangsanya sendiri.

Intuk keluar dari sebuah frame berpikir seperti itu maka apa yang bisa Konsolidasi Rakyat Indonesia Mentransformasi semangat Kebangkitan Nasional pada tiga hal penting.

1.Melakukan konsolidasi ide dan gagasan artinya bahwa ada sesuatu yang hilang di republik ini tentang dimensi ide dan gagasan untuk bicara tentang bagaimana Kedaulatan Rakyat Indonesia itu menjadi nomor satu. Kenapa kita bisa katakan ini menjadi nomor satu di depan kita suka atau tidak sebenarnya negara ini sudah bubar. Kenapa bubar? Konstitusi yang kita pakai selama ini sudah bukan konstitusi Undang-Undang dasar 45 asli. Konstitusi yang dipakai adalah Konstitusi perubahan dari tahun 2000 sampai 2002. Negara ini semangat kebangkitannya harus di dipacu negara ini sudah hilang gara-gara itulah maka sejak 98 itu terjadi kekacauan sehingga hari ini kalau terjadi kekacauan politik seperti ini ya wajar karena Undang-undang Dasar. Bagaimana frame berpikir tentang ide dan gagasan ini ini kita kembalikan sehingga Kebangkitan Nasional itu betul-betul nampak di depan mata 55 itu sudah bukan lagi kita pakai mendasar motivasi secara transparan bahwa ada sesuatu yang ingin dikerjakan oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia itu pertama.

2. Supaya ide dan gagasannya tidak stagnan maka perlu orang-orang yang berkumpul di sini adalah orang-orang cerdas yang harus buat narasi tentang ide dan gagasan tentang Konsolidasi Rakyat Indonesia yang terkait dengan Kebangkitan Nasional itu, jadi harus dari sini nanti kita bisa seleksi dari dari latar belakang pengusaha dari belakang latar belakang mahasiswa,akademis itu harus nanti kumpulkan. Insyaallah adinda Banti(Mahasiswa pasca Sarjan UNAS) akan melakukan itu mengumpulkan sehingga lengkap. Konsep yang narasi kita buat itu adalah narasi dari beberapa sumber pemikiran tidak hanya dari sumber pemikirannya gerakan-gerakan ormas saja tentunya. Agar narasinya sudah jelas.

3.Konsolidasi program-program ini menjadi penting setelah konsolidasi program programnya menjadi terkena apa program Indonesia ini? Apa yang hilang di republik ini,sudah tidak adanya persaudaraan yang berbasis pada sejarah berdirinya bank kita dihadapkan sama sesuatu yang pendekatannya paragmatis yang kemudian kita salahkan yang namanya oligarki para pemilik uang kita pun kalau memiliki uang pasti kita manfaatkan suasana itu

(Media-Swg.c/Irwan S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*